Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Prolog
Lagi?
Ya. Lagi.
Karena ini bukan pertama kali aku merasakan angin segar membelai wajahku. Kukira ini yang kesekian kali. Bukan berarti aku adalah orang yang mudah tergoda. Sungguh bukan sama sekali.
Mengenal dia tak terencanakan olehku. Semua mengalir begitu saja, takdir Tuhan yang berjalan. Dan aku semakin mengenalnya lewat cara yang tidak disengaja. Lewat cerita cerita orang yang bukan sengaja aku mencari tahu atau aku sengaja tanya. Lewat kepribadiannya yang membuatku jatuh cinta padanya.
Ya. Mengenalnya bukan rencanaku dan jatuh cinta padanya juga bukan sebuah rencanaku. Cinta tak pernah terencana.
Aku tak pernah memberanikan diri untuk megatakan perasaanku. Sebenarnya jika dia peka, aku akan tertangkap basah dari gerak gerikku. Dimana aku selalu mencarinya meski enggan menyapa. Dimana aku selalu tersenyum ketika melihatnya. Ah, itu sudah cukup bagiku. Karena dengan mengutarakan perasaanku, apa yang akan berubah? Tidak! Tidak akan ada yang berubah sama sekali. Dia tidak akan berubah menjadi pendampingku yang menemani hari-hariku. Malah rasa canggung akan tumbuh diantara kami.
Diam terus diam yang bisa kulakukan.
Memperhatikanmu dari kejauhan.
Penasaran? Ya, aku sangat penasaran. Apakah rasa ini bertepuk sebelah tangan? atau tidak,
Kamu memang sangat susah ditebak.
-Dila Nur-
Ya. Lagi.
Karena ini bukan pertama kali aku merasakan angin segar membelai wajahku. Kukira ini yang kesekian kali. Bukan berarti aku adalah orang yang mudah tergoda. Sungguh bukan sama sekali.
Mengenal dia tak terencanakan olehku. Semua mengalir begitu saja, takdir Tuhan yang berjalan. Dan aku semakin mengenalnya lewat cara yang tidak disengaja. Lewat cerita cerita orang yang bukan sengaja aku mencari tahu atau aku sengaja tanya. Lewat kepribadiannya yang membuatku jatuh cinta padanya.
Ya. Mengenalnya bukan rencanaku dan jatuh cinta padanya juga bukan sebuah rencanaku. Cinta tak pernah terencana.
Aku tak pernah memberanikan diri untuk megatakan perasaanku. Sebenarnya jika dia peka, aku akan tertangkap basah dari gerak gerikku. Dimana aku selalu mencarinya meski enggan menyapa. Dimana aku selalu tersenyum ketika melihatnya. Ah, itu sudah cukup bagiku. Karena dengan mengutarakan perasaanku, apa yang akan berubah? Tidak! Tidak akan ada yang berubah sama sekali. Dia tidak akan berubah menjadi pendampingku yang menemani hari-hariku. Malah rasa canggung akan tumbuh diantara kami.
Diam terus diam yang bisa kulakukan.
Memperhatikanmu dari kejauhan.
Penasaran? Ya, aku sangat penasaran. Apakah rasa ini bertepuk sebelah tangan? atau tidak,
Kamu memang sangat susah ditebak.
-Dila Nur-
Komentar
Posting Komentar