Baik Antonimnya Tetap Baik


Didunia ini selalu ada pasangan antonimnya. Baik antonimnya jahat, cantik antonimnya jelek, pintar antonimnya bodoh, kaya antonimnya miskin. Jika disuruh untuk memilih, aku yakin kita satu suara, kita pasti pilih baik, cantik, pintar, kaya, dan kosa kata bernilai positif dan baik lainnya.
Tapi tidak satu orang pun memiliki yang semuanya baik.


Paras yang cantik dan paras yang tidak cantik sama saja. Si cantik tak boleh sombong dan yang kurang cantik tak boleh rendah diri. Yakinlah ini adalah yang terbaik dari-Nya.  Sungguh bukan maksud-Nya untuk pilih kasih. Allah  memberikan yang terbaik untukmu.


Untukmu yang cantik, Allah mengujimu apakah kamu termasuk orang yang rendah ati atau sombong, Allah berharap kamu lulus ujian ini sehingga kamu bisa meraih pahala yang berlimpah dari kerendahan hati. Sehingga kamu menjadi sosok yang rendah hati.

Dan untukmu yang tidak memiliki paras cantik, jangan bersedih Allah mengujimu apakah kamu termasuk orang yang sabar ataukah orang yang rendah diri. Sungguh allah menyukai orang yang sabar, dan membenci orang yang rendah diri. Semoga kamu mendapatkan pahala dari kesabaranmu dan menjadi orang yang sabar.

Jadi cantik atau tidak cantik adalah baik, kan?


Begitupun dalam hal lainnya, yang pintar maupun yang bodoh. Kayak maupun miskin, dan pasangan antonim lainnya. Semua sama saja. Semua adalah yang terbaik dari-Nya, tinggal bagaimana sudut pandangmu dan sikapmu. Allah Maha Baik, Maha Mengetahui, Maha Menyayangi kita. Semua adalah yang terbaik, sungguh yang terbaik untuk kita menurut pandangan Allah bukan padangan manusia.
"Kita perlu waktu memang untuk merenung dan memahami, bahwa semuanya yang diberikan Allah adalah yang terbaik. Meskipun antonim selalu berlawanan, tapi semuanya baik untuk kita."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 6 Kepergok

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 1 Perkenalan