Jatuh Cinta

Diumur yang sudah menginjak usia 20 tahun, satu persatu undangan pernikahan datang. Apalagi didaerah, banyak sekali gadis muda yang telah lulus sekolah yang langsung memilih menikah. 

Kalau aku?


Ibuku menikah dengan bapak diusia 21 tahun. Kakak perempuanku yang pertama, setelah lulus kuliah, langsung menikah diusia 24 tahun. Kakak keduaku, lebih muda lagi. Menikah diusia 23 tahun.

Kalau aku? Usiaku sudah 22 tahun. Wallahu'alam kapan. hehe

Diusia 20 tahunan gini, kalau ketemu temen-temen tak jarang ngobrolin pernikahan. hahaha. Umur yang rawan memang. 😜😜

Sudah fitrah memang kita memiliki cinta. Sejak lahir kita telah bertabur cinta dari orang tua dan keluarga. Cinta itu melahirkan rasa saling mengasihi, melahirkan rasa saling peduli. Alhamdulillah, aku lahir dari keluarga yang penuh cinta, walaupun gengsi untuk bilang, "mah, aku sayang kamu", "de, teteh sayang kamu".

Cinta pada lawan jenis?

Aku yakin, setiap orang yang sudah memasukin masa remaja pasti pernah merasakan getaran didada. hahaha. Kalau menurutku wajar kok. Itu normal. Kamu juga pernah kan? Suka sama dia yang rajin, yang pinter, yang juara kelas, yang sopan, yang senyumnya manis, yang cuma liat dia lewat depan kelas aja udah seneng banget. Hehehe. Yang engga normal sih, anak SMA atau SMP yang lebay. Panggil panggilan ayah bunda lah, pasang status sosmed gombal dan lebay lah. hehehe.

 Memang menyenangkan sih jatuh cinta itu, bahagia cuma liat dia dari jauh, seneng banget pas diajak ngobrol, dll. Ah, sederhana sekali menjadi sangat bahagia. Tetapi, sederhana juga sedihnya. Rasanya engga ketemu itu hari-hari berasa berat. duh duh duh. 🙈

Memberi tahu apa yang kita rasa dan memendam yang kita rasa ada konsekuensinya.

Memberitahu apa yang dirasa, konsekuensinya adalah harus siap menerima penolakan atau penerimaan. Tapi aku engga setuju sih penerimaan dengan jalan pacaran. Karena pacaran itu seolah olah mempermudah dan memperbolehkan kegiatan kegiatan yang tidak benar. Tapi plong sih, karna kita jadi sudah tidak bertanya tanya, dia punya rasa yang sama atau engga ya. 

Memendam apa yang dirasa, konsekuesinya mood bisa cepet naik turun. Kadang bisa sangat senang sekali dengan hal yang sangat sederhana, kemudian bisa sangat sedih dengan hal yang sangat biasa pula. Tapi itu seninya cinta dalam diam. Ciyee.

Menurutku sih sebelum cinta itu halal, mending untuk dipendam saja. Khawatir akan menimbulkan rasa sakit hati jika tidak jodoh. Baik untuk diri sendiri maupun lawannya. Kalau sudah sakit hati, kita tidak pernah tahu sedalam apa rasa sakit itu. Lebih baik mencegah daripada terlanjur sakit hati. hehe

Lebih baik, nikmati saja cinta dalam diam. Nikmati bahagiannya dan nikmati sedihnya. Syukuri saja, artinya kita memiliki perasaan normal. Berdo'a, semoga di jodoh kita. Itu sudah cukup.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 6 Kepergok

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 1 Perkenalan