Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 2 Sosok Dia Kata Teteh Facial
Setelah hari perkenalan, seperti yang sudah aku katakan, hari-hari berikutnya kami agak sering berbincang bersama. Kebetulan masih awal tahun juga, jadi belum banyak kegiatan di bidang masing-masing. Berbagi cerita pengalaman dulu atau sekedar bercerita tentang pekerjaan, keluarga, dan lain-lain.
Dari setiap perbincangan, aku cermati gaya bicara dan apa yang dikeluarkan dari mulut manisnya itu. Karena aku percaya, ucapan adalah cerminan hati. Jika ucapannya kasar dan kotor, mana mungkin hatinya bersih. Jika ucapannya terjaga, in shaa Allah hatinya juga terjaga.
Ketika itu, aku masih belum mengiyakan hatiku kalau aku suka dia. Sampai suatu hari, aku pergi ke skin care yang ada dikotaku dan aku dilayani oleh seorang teteh yang cantik dan ramah.
Ditengah-tengah menjalani perawatan, aku berbincang dengan teteh tersebut. Saling tanya nama, aku tanya dia sudah berapa lama kerja disini, dia tanya aku kerja dimana dan lain-lain.
Kemudia aku bertanya, "teteh orang mana?",
"Orang Ciawi teh", jawabnya.
Tiba-tiba aku teringat sosok dia. "Oh gitu, kenal sama aa -yang tidak bisa disebutkan namanya- engga?".
"kenal teh. Dulu satu sekolah juga teh sama dia mah. Saya sama dia beda setahun, dia adik kelas."
Dan tanpa aku bertanya lebih jauh lagi, si teteh itu langsung cerita panjang lebar dengan sukarela. Yang tadinya aku tidak tahu (karena tidak pernah kepo dan tidak pernah tanya langsung sejauh itu), menjadi tahu.
Karena tahu sedikit tentang dia, tahu sedikit cerita baik dia dan pribadi dia, ternyata dari situlah aku tahu bahwa dia adalah idaman aku banget. Dan akhirnya aku jatuh cinta sama dia gara-gara teteh di skin care. hehehe.
Dan akhirnya, pepatah orang dulu benar. "Kalau tak kenal maka tak sayang". Hehehe. Setelah hari itu, akhirnya perasaanku menjadi berubah.
-Dila Nur-
-Dila Nur-
Komentar
Posting Komentar