Sedang Jatuh Cinta (Lagi) Part 3 Sosok Dia Menurutku
Aku menulis ini hari Selasa, 8 Agustus 2017. Hari ke 208 atau sekitar hampir 8 bulan setelah perkenalan. Memang terlalu cepat menurutku untuk mengakui kalau aku menyukai dia. Kamu mengerti kan dia disini adalah aa yang tidak bisa kusebutkan namanya? Meski terlalu cepat, tetapi mau bagaimana lagi? Bukankah cinta tak pernah direncanakan?
Baiklah, sekarang aku ingin menceritakan sosok dia menurut kacamataku. Aku memang tidak terlalu tahu tentang dia dan tidak terlalu rajin untuk stalking. Aku lebih banyak mencermati dan memberi penilaian terhadap dia lewat gerak-geriknya dan lewat yang tertangkap oleh panca indraku.
Dia lebih tinggi dariku, lebih kurus dariku. Aku tidak tau berapa persisnya. Tinggiku ditambah tinggi wedges yang biasa ku kenakan sekitar sebahu dia, kurang lebih. Jujur, aku kadang lupa dengan wajahnya. Karena aku tak pernah berani untuk menatapnya lama-lama. Bahkan, saat rindu aku berusaha untuk mengingat wajahnya pun aku tetap saja tidak bisa mengingatnya walau sudah sangat berusaha. Hehehe. Untungnya sekarang teknologi canggih. Tinggal buka foto profil WAnya atau buka Instagramnya atau buka akun facebooknya. Dia tidak rupawan dan tidak pula jelek. Pas saja bagiku.
Dia lulusan dari sebuah akademi yang didirikan oleh Kementrian Industri, sekolah dengan beasiswa full dan tambahan uang saku, lulus dengan predikat yang sangat baik, dan IPK hampir menyentuh angka empat. Sedikit informasi dari beberapa orang yang satu alumni SMKnya, dia terkenal pintar dan pernah mewakili sekolah untuk sebuah ajang perlombaan. Nama perlombaanya aku lupa.
Dia menurutku sulit ditebak, karena dia tidak terlalu ekspresif sepertiku. Aku bahkan lupa bentuk senyuman dia. Hehehe. Dan lupa juga bunyi tawa dia.
Dia pendiam, tidak terlalu banyak neko-neko. Yang aku dengar selama ini, setiap tutur katanya baik dan ramah. Aku tak pernah mendengar dia berbicara kasar atau kotor meskipun hanya dalam candaan. Itu sudah cukup bagiku untuk tau hati dia. Hati yang terjaga tidak akan pernah mengatakan perkataan yang kasar, jorok, dan sebagainya.
Dia suka bernyanyi dan membuat film. Suaranya merdu. Dan dia cukup berbakat untuk bernyanyi. Nanti akan aku ceritakan padamu tentang nyanyian dia di part tersendiri.
Oh ya, dia pernah pesantren. Katanya. Meskipun aku belum pernah bertanya langsung ataupun dia bercerita langsung. Dia juga rajin sholat dhuha. Kata agen rahasiaku hahaha, ditengah-tengah jam kerjanya dia selalu menyempatkan diri untuk sholat dhuha. Dan aku juga pernah memergoki sepatunya ada di mushola. Hehehe. Sepatunya yang aku pergoki, bukan orangnya. Dan agen rahasiaku juga pernah bilang, pernah melihat dia setelah sholat dikantor dia lanjutkan dengan mengaji. Good Job aa!!
Emmm, apalagi ya. Oh ya, dia anak kelima dari enam bersaudara. Atau anak keenam dari bertujuh saudara ya? Aku lupa. Pokoknya dia punya banyak kakak dan satu orang adik laki-laki. Dia berasal dari keluarga yang sederhana. Itu sih yang aku tahu tentang keluarganya. Kami memang tak pernah banyak cerita terkait keluarga satu sama lainnya. Dan akupun enggan untuk bertanya.
Itu sih yang aku tau tentang dia. Sangat sedikit sekali ya? Tapi anehnya aku sudah mengiyakan kepada diriku sendiri kalau aku menyukai dia.
Kesimpulannya, dia baik, susah ditebak, ramah, pintar, in shaa Allah agamanya baik. Aku tak perlu banyak alasan untuk suka sama dia. Cukup aku tau agama dan akhlaknya baik itu sudah cukup bagiku. Karena diatas langit masih ada langit. Menyukai seseorang karena pintar, pasti akan menemukan orang lebih pintar lagi. Menyukai karena seseorang rupawan pasti akan ada yang lebih rupawan lagi, dan sebagainya.
Dan sejujurnya masih sebuah misterinya juga sih kenapa aku bisa sangat menyukai dia. Haha. Mungkin karena cinta tidak bisa menjawab pertanyaan mengapa.
Demikian yang bisa saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Haha apaan sih dil, serasa lagi bikin surat formal aja. Sorry ya agak sedikit ngelantur. Wkwkwk. Semoga gambaran tentang dia tidak membuatmu jatuh cinta sama dia, cukup aku saja. Aku tak ingin memiliki saingan. Hehehe. Sebenarnya sih apa yang aku katakan tidak cukup untuk membuat kamu jatuh cinta sama dia, tapi jika kamu sudah sering berinteraksi sama dia mungkin kamu juga akan jatuh cinta sama dia. Seperti aku dan seperti anak-anak PKL itu. Hehehe.
-Dila Nur-
-Dila Nur-
Komentar
Posting Komentar