Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 4 Aku, Dia dan Anak PKL Bagian Kesatu
Sudah semenjak bulan Juli musim anak-anak SMK melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Meskipun istilah tiap sekolah berbeda, tapi intinya sama. Diberbagai instansi dan perusahaan ada anak SMK yang sedang PKL. Begitupun di kantorku.
Rata-rata anak SMK yang PKL di kantorku dari jurusan akutansi dan administrasi perkantoran. Dimana jurusan tersebut notabene perempuan. Dan benar saja, anak SMK yang PKL di kantor perempuan semua. Aku pun sangat menjadi dekat sekali dengan mereka.
Jumlah anak PKL yang ada di kantor berjumlah 8 orang. Setiap minggu mereka rolling kesetiap bidang secara berpasangan-pasangan. Dan aku tidak tau awal mula dan juga persisnya apa yang terjadi pada anak-anak PKL itu. Setiap yang sudah mengalami rolling di bidang aa yang tidak bisa disebutkan namanya berada menjadi serta merta menyukai dia. Ini serius. Aku heran apa yang terjadi disana atau apa yang telah aa yang tidak bisa disebutkan namanya lakukan. Hahaha. Hanya beberapa anak PKL yang tidak jatuh hati atau sekedar suka sama dia, yaitu mereka orang-orang yang telah bertemu dan setia dengan tambatan hatinya.
Pada suatu hari, aku berbincang dengan salah satu anak PKL yang sangat-sangat dekat denganku. Demi menjaga privasi dan keamanannya, sebut saja dia Bunga. Awal perbincangan kami hanya berbincang hal biasa, seperti drama korea dan hal lain yang aku lagi-lagi lupa. Aku juga lupa kenapa perbincangan tersebut mengarah kepada aa yang tidak bisa disebutkan namanya. Aku lupa, sungguh tidak ada maksudku untuk tidak menceritakannya.
Sampai pada akhirnya Bunga bilang, "teh orangnya aa yang tidak bisa disebutkan namanya bukan?".
OMG!! Kok Bunga bisa nebak sih. Sontak aku kaget banget seriusan. "Apa perasaanku terlihat jelas ya?", tanya aku pada diri sendiri.
"Benerkan si aa yang didak bisa disebut namanya?", tanya dia yang kedua kali.
"Bukan kok bukan cantikk.", aku berbohong.
"Terus siapa teteh cantik ihh ayoo da baik teteh mah?", Bunga sangat penasaran.
"Rahasia", aku tambah dengan emoticon wee yang menjulurkan lidah. Kurang lebih seperti ini 😋😋.
Bunga terus memaksa dan aku terus berbohong. Maafkan aku Bunga T.T. Lantas aku menjadi penasaran, kenapa Bunga memperkirakan hal demikian.
"Kok kamu nyangka teteh suka sama si aa yang tidak bisa disebutkan namanya?", tanyaku."Ya engga cocok aja teh hehehehe." Jawab Bunga. Aku paham maksud Bunga adalah aku dan aa yang tidak bisa disebutkan namanya cocok. Cuma tidak ada koma nya, sehingga menjadi ambigu.
"Engga cocok kok nebaknya gitu? maksudnya?", aku pura pura tidak paham.
"Yaa, maksudnya cocok aja teh. Kok aku jadi bingung hehehehe", jawab Bunga.
"Hahaha. Sabar sabar. Kamu yang ambigu tahu.", aku terkekeh kekeh.
"Iya, aku ambigu. Hehehe.", pengakuannya.
"Ya doain aja", balasku ditambah emoticon senyum dua.
"Iya, aku doainnya sih teteh sama aa yang tidak bisa disebutkan namanya", balas dia.
Aku tertawa denger balasan dia. Tertawa bahagia. Wkwkwkwk.
"Iya, hati orang siapa yang tau ya.", jawabku masih tidak mau jujur.
-Dila Nur-
<< Sebelumnya Selanjutnya >>
Komentar
Posting Komentar