Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 5 Aku, Dia, dan Anak PKL Bagian Kedua
Aku masih tetap tidak mengaku pada Bunga bahwa yang aku sukai adalah aa yang tidak bisa disebutkan namanya. Tapi Bunga tetap bersikeras untuk tau siapa gerangan yang berhasil membuatku dengan cepat menjadi bahagia dan membuatku dengan cepat juga galau oleh hal-hal sederhana. Seperti, bahagia hanya berpapasan walau sedetik atau galau dengan hal-hal sepele lainnya.
"Aku curiga yang teteh maksud selama ini adalah aa yang tidak bisa disebut namanya. Serius aku curiganya someone itu si aa. Hehehe", kata Bunga.
"Hahaha", aku hanya tertawa.
"Bener kan teh?", tanya dia lagi. Bunga memang tidak menyerah untuk mendapatkan jawaban dariku.
"Bukan kok", aku juga tidak mau menyerah untuk tetap merahasiakannya.
"Aku curiganya mah geuning itu beneran si aa yang tidak bisa disebutkan namanya", Bunga masih tetep keukeuh. (geuning = kok).
"ish ish ish, aa itu lagi aa itu lagi", jawabku dengan meniru gaya neneknya upin.
Lanjutku, "yaudah deh si aa yang tidak bisa disebutkan namanya aja." Aku berusaha mengecoh Bunga dengan pura-pura menyerah tapi malah dia langsung percaya.
"Cocok kok teteh sama aa yang tidak bisa disebut namanya", kata Bunga.
"Cocok dari segi apa?", tanyaku.
"Sama sama baik teteh", jawab Bunga.
Dan aku pula tahu dari Bunga bahwa banyak anak PKL yang suka sama aa yang tidak bisa disebutkan namanya. Bunga bilang, "Banyak anak PKL yang suka ngomongin aa yang tidak bisa disebutkan namanya teh".
"Seriusan? Kok bisa?", kataku.
"aa nya baik teh", kata Bunga.
"Baik gimana?", tayaku.
"Iya, baik aja. Suka nanya gitu sama anak PKL."
"Oh gitu, kalau mereka mau nomor si aa tanya aku ya. Tapi gak gratis gitu. Cukup satu anak PKL traktir es buah ke teteh. Hehehe. atur jadwalnya ya, supaya teteh bisa makan es buah gratis seminggu lebih. Hahaha", candaku.
"Hahahaha. Siap teteh. Nanti aku bagi ya", jawab Bunga semangat.
"Iya, nanti kita makan semangkok berdua ya. Hehe", kataku.
Tapi aku tak pernah memberikan nomor si aa yang tidak bisa disebutkan namanya kok. Itu hanya candaan. Jangan salah paham. Karna aku pun tak ingin memiliki saingan. Hehe.
Akhirnya, aa yang tidak bisa disebutkan namanya memang sudah teruji baik ternyata. Sudah teruji baik oleh ITB dan IPB. Hahaha, apaan sih. Malah iklan.
Kenapa memang si aa benar baik?
Karena orang baik akan melakukan kebaikan kepada semua orang. Jika hanya baik kepada salah satu orang, itu namanya modus. Jika hanya baik kepada sekelompok orang itu namanya tebar pesona. Jadi yang benar-benar orang baik adalah orang yang memperlakukan semua orang dengan baik. Mangkanya kamu jangan baper sama orang baik, dia melakukannya kepada semua orang loh. hehe.
-Dila Nur-
Komentar
Posting Komentar