Sedang Jatuh Cinta (Lagi) Part 7 Milkbath

Aku pernah mengikuti program WiraUsaha Baru atau WUB. Salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencetak wirausaha-wirausaha baru guna memperkecil angka pengangguran. Sejujurnya aku ikut program tersebut memang ingin belajar berbisnis, tapi bisnisnya sampai sekarang engga pernah jalan. hehehe.

Produk yang aku pilih adalah Milkbath. Sesuai namanya, Milkbath adalah bolu yang mandi susu atau direndam susu.
Suatu hari setelah beberapa bulan program tersebut selesai, ada telpon dari panitia penyelenggara WUB. Mereka bilang mau ada monitoring. Aku shock. Karna memang bisnisku tidak jalan kemudian tiba-tiba ada monitoring. Kamu mengertikan perasaanku? Dan kamu kalau jadi aku, mungkin kamu akan shock juga. Padahal angkatan yang sebelumnya tidak pernah ada monitoring-monitoring segala. Katanya. Jadi ketika bisnis tidak jalan, yaudah biasa biasa aja.

Panitia bilang, mereka akan menemuiku pada hari Kamis. Oke baiklah, hari Rabunya, malam Kamis aku membuat Milkbath tersebut.

Ketika produksi, aku membuat story WA, video boomerang durasi 3 detik yang memperlihatkan mixer sedang mengocok bahan. Kemudian ada WA masuk, dan itu dari aa yang tidak bisa disebutkan namanya.
Dia bilang, "mau". Respon dia di story WAku.
Niatku memang membuat milkbath untuk aku berikan kepada panitia WUB, supaya pas besok bertemu dan berbincang mengenai bisnisku, ada wujud produk yang bisa aku pamerkan. 

Membuat milkbath tidak bisa hanya sekedar 1, harus minimal membuat 2. Yasudah aku jadi niatkan untuk panitia WUB satu dan untuk aa yang tidak bisa disebutkan namanya satu. Karena dia juga sudah bilang mau. Aku sih oke oke aja kalau memberikan satu padanya. Namanya juga suka sama orangnya. hehehe. Malah seneng pas dia bilang mau.

Besoknya, aku bawa milkbath dimasukkan dalam tas berisi alumunium foil. Supaya suhu dingin milkbath terjaga. Dan pada pagi itu, aku mendapat kabar panitianya tidak jadi bertemu denganku, aku hanya mengirimkan foto-fotonya. Jadi milkbath itu satu untukku dan satu untuknya.

Sebenarnya milkbathnya agak sedikit gagal sih. hehe. Tapi untung tidak fatal. Yang bikin gagalnya itu di bagian whipping creamnya dan susu rendamannya. Kalau bolunya sih sukses. Alhamdulillah. Ketika membuat whipping cream, aku terlalu banyak memasukkan air sehingga rasanya agak hambar dan tidak terlalu kaku. Dan ketika membuat susu rendamannya, susu evaportednya habis. Jadi racikan rendaman susunya kurang satu bahan dan itu berpengaruh kepada rasa sensasi segarnya. Tapi overall masih bisa dimakan kok. Untung banget.

Sore harinya, aku memang sengaja pulang agak belakangan. Ya, karena aku akan memberikan milkbath ini kepada si aa yang tidak bisa disebutkan namanya secara diam-diam. Aku tak ingin banyak teman kantor tahu. Itu akan menjadi gosip. Di sore itu, di lapangan parkir, aku menghampiri dia dan motornya. Aku kaitkan sendiri tas milkbath ke motornya. Kami berbincang sedikit. Memang selalu begitu. Kami sedikit berbicara, pedahal aslinya aku orang yang agak sedikit cerewet. Hehe.
Yang aku ingat, dia bertanya, "teteh jadinya bikin buat siapa aja?".
Jawabku, "tadinya buat penitia WUB satu buat aa satu. Tapi mereka engga jadi dateng. Jadi aku bawa pulang."
"Teteh engga ngasih buat pak kadis atau yang lainnya?", tanya dia.
"engga", jawabku singkat.
Lalu kami pulang kerumah masing-masing.

Aku agak risau sih. Takut tidak enak rasanya, karena saat membuatnya agak sedikit gagal dan aku tidak mencicipinya sama sekali. Tapi biasanya sih enak. Hehehe Pede. Sesampainya dirumah aku langsung mengambil sendok dan mencicipinya. "Enak kok", kataku pada diriku sendiri. Tetapi aku masih saja risau. Aku merisaukan, takutnya makanan yang menurutku enak itu tidak sesuai dengan selera dia.

Malam harinya, ada pesan WA masuk. Ya, dari aa yang tidak bisa disebutkan namanya.

Dia bilang, "kok aku engga suka ya (milkbath nya). Sorry teh.".
Membaca pesan itu, yang tadinya kantuk sudah melanda tiba-tiba hilang dan aku menjadi agak sedikit sedih. Yasudahlah kalau tidak suka tidak apa-apa, gumamku dalam hati.

Aku membalas pesan itu, "oh gitu". Ditambah emoticon nyengir.

Dia membalas cepat, "tapi sukaaaa bangeettt", ditambah emoticon terharu gitu, dam emoticon jempol.
Dia menulis suka banget dengan huruf a berjumlah empat, e berjumlah dua, dan t berjumlah tiga. persis apa yang aku tulis. Itu mencerminkan bahwa dia memang sangat suka dengan milkbathku. Dengan makanan yang aku buat. Dan kau tau, aku senang sekali.

Jawabku, "Aaaahhh kirain".
"ini teh engga boong kan?", sambungku.

"seriusssss enak kok. Apalagi kalau ditambah jus mangga. Beuhhhhh. Aku suka.", kata dia ditambah emoticon tangan sedang bertepuk tangan. Lagi-lagi aku tulis apa yang dikatakannya sangat persis, jumlah huruf s ada 5, dan jumlah huruf h ada 5. hehehe. ternyata dia beneran suka.

Porsi milkbath memang dibuat ukuran agak besar, karena memang bukan untuk dinikmati sendirian. Tapi dinikmati bersama keluarga. Dan aku menyuruhnya untuk berbagi dengan keluarga. 
Dan dia bilang, "hahaha pada suka. keluarga".
Jawabku, "weeeehh aku jadi terharu", ditambah dua emoticon terharu.

Ya. Namanya juga cinta. Meskipun repot buatnya dan dibayar hanya dengan ucapan terima kasih. Itu sangat sangat membahagiakan dan sangat cukup. 

Sama seperti ibu-ibu juga, yang kerepotan mengurus anak, suami, dan rumah tangga, tapi tak pernah mengeluh. Capek tapi bahagia. Disitulah amazingnya cinta. kalau cinta pasti melakukan apapun menyenangkan.

Aku bahagia. Terima kasih

-Dila Nur-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Perjalanan Menuju Pelaminan] Bagian 1

"8 To Be Great" by Richard St. John #Part : 1