Sedang Jatuh Cinta (Lagi) Part 9 Tertangkap Basah
Aku masih dalam suasana baper tingkat dewa gara-gara kejadian kemarin Jumat aa yang tidak bisa disebutkan namanya bernyanyi. Ketika hari itu, aku diam-diam meminta tolong Bunga (anak PKL terdekatku) intuk merekam aa yang tidak bisa disebutkan namanya saat nyanyi. Sebenarnya hari itu aku hanya beralasan saja tidak bisa melihat langsung aa yang tidak bisa disebutkan namanya bernyanyi, karena sibuk dengan rekap data, aslinya mah gengsi. Hahaha. Aku tidak ingin sangat terlihat jelas Sedang Jatuh Cinta (lagi) sama aa yang tidak bisa disebutkan namanya.
Aku sudah cerita kan di part sebelumnya? Aa yang tidak bisa disebutkan namanya bertanya padaku, apakah aku dengar dia bernyanyi? Dan pertanyaan itu dia ulang 2X dan berhasil membuatku kegeeran. Hehehe. "Apakah lagu itu disampaikan untukku?", aku masih bertanya-tanya pada diri sendiri sampai detik ini. Aaahhhhh baper bapeeeeeer. Mungkin kalau kamu jadi aku pun begitu. Hehehe. Secara lagu itu mengatakan bahwa penyanyinya sedang jatuh cinta dan tak bisa mengungkapkannya. aaahhhhhh, mungkinkah? aku melayang jadinya.
Lagu cinta yang dia nyanyikan tempo hari itu sungguh membuat aku sangat sangat sangat senang. Aku adalah tipe orang yang sangat ekspresif. Sehingga kebahagiaanku selalu aku ekspresikan. Seperti yang sekarang aku lakukan, mengekspresikan lewat kata-kata yang sedang kalian baca. hehe. Oke balik lagi. Ketika itu, hari setelah aa yang tidak bisa disebutkan namanya bernyanyi, aku mengekspresikannya dengan hal bodoh. Aku screenshot story WA dia. Kebetulan story WA dia ketika itu adalah saat dia bernyanyi. Nah, hasil screenshotnya sengaja aku acak-acak sehingga tidak terlihat dengan jelas siapa itu. Coretan itu hampir menutup semua bagian foto. Dan aku tak penuliskan caption apa-apa.
Beberapa menit kemudian.....
Dia merespon. Dia komentar terkait strory WAku.
Dia bilang, "bagus fotonya."
Jelas-jelas itu foto coret-coret, dan aku sudah deg merasa bahwa aku kepergok, kepergok menyimpan rasa. Aku panik. Kemudian aku hanya membalas dengan emoticon cemberut sebanyak dua emot.
"Kayak kenal gitu", kata dia lanjut.
"siapa gitu?", tanyaku balik.
"me".
"You? No no no. You are wrong", ahhh mati aku, aku tertangkap basah. tanganku sedikit lemas dan bergetar. oh, malunyaaaaaa..
"Lie", jawab dia.
"No. :P :P", jawabku. Setelah itu aku hapus foto tersebut dari story WA. hhhmmm. Aku menghela nafas dalam-dalam. Oh ya, waktu itu hanya dia yang bisa lihat story WA aku. hehe. Aku sengaja mengatur privasi story WAku. Aku sering melakukan itu.
"No. :P :P", jawabku. Setelah itu aku hapus foto tersebut dari story WA. hhhmmm. Aku menghela nafas dalam-dalam. Oh ya, waktu itu hanya dia yang bisa lihat story WA aku. hehe. Aku sengaja mengatur privasi story WAku. Aku sering melakukan itu.
Setelah aku bilang bukan dia, dia akan mengecek ulang kembali foto tersebut. Tetapi dia kalah cepat. Karena aku telah menghapusnya duluan.
"Have you delete? Why?", tanya dia.
"Ya suka suka aku dong. :P", jawabku seenaknya.
kemudian beberapa menit kemudian, dia memasang foto perempuan cantik di story WA dia.
Aaaaaaahhhhhhhh. Kamu pasti tau kan gimana rasanya.
Aku seperti telah ditolak mentah mentah bahkan sebelum aku bilang mengenai perasaanku. Oh.. Aku sedih sekali. Langsung bete bete bete.
Rasanya seperti aku menyatakan cinta dan dia jawab, "maaf ya, aku sudah punya pacar dan ini pacarku, dan dia cantik banget nget nget". huhuhu sedih banget. Dan memang fotonya cantik menurutku.
Rasanya aku sedang berjalan ditengah malam yang sepi sunyi dengan jalan yang lemas, tertunduk, kedinginan dan diguyur hujan kesedihan. Mulai deh drama lebay. Haha! Sungguh aku sedih dan lemas.
Kamu tau apa yang aku lakukan setelah itu?
Aku tak ingin terlihat sedih. Aku mulai memanipulasi keadaan. Aku membuat story WA dengan memasang foto bersama laki laki (foto bersama mantan, hiks. Menyedihkan). Dan membuat berbagai quote quote by me yang engga jelas. Aku ingat, aku sampai membuat 30 story WA.
Karena aku tak ingin terlihat menyedihkan, aku membuat klarifikasi kepadanya.
"yang tadi bukan aa kok. Jangan salah faham. Jangan geer, temanku sama tinggi kurus kok", kataku ditambah dengan emoticon nyengir.
"jadi aku kurus???? ok Fix", jawab dia agak kesal dibilang kurus.
jawabku dengan rasa bersalah, "engga tau sih, aku engga merhatiin".
Malam itu terasa panjang. Aku tak kunjung lelap tidur namun tidak melakukan apa apa. hhmmmm. Pikiranku kemana-mana.
Harapku untuk lekas tidur dan lupa akan kesedihan ini.
Kamu mengertikan perasaanku bagaimana? Sudah ketahuan terus ditolak secara tidak langsung. Kasihan ya jadi aku. "Sabar ya hati", aku mencoba menenagkan diri sendiri.
Toh jatuh hati bukan sebuah kesalahan. Diterima atau ditolak atau merasa tersiksa dalam cinta diam sudah resiko. Jadi tidak apa-apa.
Aku jadi ingat quote nya Pidi Baiq, penulis Novel Dilan, dia bilang, "aku mencintaimu. Biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku? Terserah, itu urusanmu."
Komentar
Posting Komentar