Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part Tambahan - Pasca Mengungkapkan Rasa

Ya seperti yang sudah aku katakan. Tidak akan ada yang berubah setelah aku ungkapkan rasa. Aku ya aku, kamu ya kamu, tidak lantas menjadi kita.
Sampai detik ini aku rasa semua berjalan dengan normal. Hanya diawal saja aa yang tidak bisa disebutkan namanya terlihat agak bingung. Atau mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku tidak tahu.


Baru-baru ini kami makan berdua. Bukan di tempat biasa dan bukan di tempat terdekat dari kantor. Ini tempat baru bagiku. Oh ya, aku lupa memberitahumu, jam makan siang adalah waktu yang berharga (bagiku sih belum tentu baginya) dimana aku dan dia bisa makan sambil berbincang. Kembali lagi kecerita, tempat makannya biasa, harganya juga biasa. Tapi kata aa yang tidak bisa disebutkan namanya, kangkung disini terbaik. "Belum coba aja masakan kangkung bikinanku?", kataku sombong tapi cuma dalam hati. Hahaha!! Aku suka masak, tapi bukan karena ketertarikan hati, tetapi lebih kepada keharusan dan keterpaksaan. Eh, tapi masih enakan kangkung masakan mamahnya Ilham deng. Hehe. Ups, aku tidak akan bercerita tentang mamahnya Ilham ataupun Ilham disini. Karena tidak ada hubungannya.
 
Dan sekarang aku tahu, aku dan aa yang tidak bisa disebutkan namanya punya makanan favorit yang sama ya. Ini kesamaan yang pertama! Yeay, selamat. Sama-sama suka kangkung yang pedes ditambah ikan asin cumi, ditambah nasi anget yang pulen, dan jangan lupa dimakan saat lapar. Hehe.

Aku akhiri saja ya obrolan tentang kangkung dan makan. Bikin laper nantinya dan bukan ini juga sih klimaks dari ceritanya.

Sambil menyantap makanan masing-masing kami berbincang, diiringi lagu yang silih berganti dari playlist pemilik tempat makan yang menjadi soundtrack adegan itu. Dan tibalah disebuah lagu. Lagu itu cukup populer dan pernah jadi soundtrack sebuah sinetron Ramadhan kemarin.
Aa yang tidak bisa disebutkan namanya bilang, "Wah ini lagunya pas?"
Aku hanya diam, dan berkata dalam hati. Emang ini lagu tentang apa sih? Sambil menikmati makananku, aku dengarkan baik-baik seperti sedang ujian listening. Hehe. Aku amati liriknya.

Tibalah pada bait ini,
"Ada gajah dibalik batu
Batunya hilang gajahnya datang
Aku tau maksud dirimu
Diam-diam suka padaku", (Ada Gajah Di Balik Batu - Wali)
Aahhhh!!! Aku malu. Aku malu. Aku malu. Artinya dia sudah tahu kan? Tapi aku berusaha untuk stay cool, padahal aslinya pengen ngumpet. Serius deh, kalau kamu (yang cewek) digituin, kamu juga pasti bakalan gitu. Percaya deh!

Ya, setelah ungkapan rasa itu, dia tahu dan peka. Tapi dia pura-pura tidak tahu. Kayak bunyi disalah satu lirik lagu yang tadi. Itu lebih baik sih, mendingan dia pura-pura saja tidak tahu supaya aku tidak terlalu malu pas ketemu. 😁

Dia tahu aku suka dia. Tapi aku tidak tahu dia suka aku atau tidak. Dan aku tidak begitu penasaran dengan perasaannya. Itu terserah dia. Kalau kamu penasaran, tanya saja dia langsung, jangan tanya padaku.

Dan akhir dari semua ini sama seperti di part terakhir dan di awal permulaan part ini aku katakan, tidak ada yang berubah diantara kami.

-Dila Nur-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Perjalanan Menuju Pelaminan] Bagian 1

"8 To Be Great" by Richard St. John #Part : 1