Postingan

[Perjalanan Menuju Pelaminan] Bagian 1

Ketika itu usiaku hampir 24 tahun, dimana dalam budaya sekitarku usia tersebut sudah cukup matang untuk memulai biduk rumah tangga. Mamah pun pernah mengatakan, " pokoknya jangan lebih umur 25 tahun ya untuk menikah ". Rasa khawatir sangat jelas tersirat dari mimik wajahnya. Anak gadisnya, lulus kuliah sudah mendapatkan pekerjaan yang baik juga sudah. Tinggal menunggu apa lagi kan untuk menikah? Rasa khawatir itu sangat nyata baginya karena aku belum pernah membawa laki-laki kerumah. Jangankan membawa laki-laki untuk dikenalkan, laki-laki yang dekatpun nampaknya tidak ada. Sebenarnya rasa khawatir itupun menyelimuti diriku. Rasa khawatir itu menjelma, membesar membesar dan terus membesar tatkala satu persatu teman seperjuangan bersanding kepelaminan. Aku kapan ya? Kebingungan sekaligus hampir putus asa melandaku ketika itu, dimanakah bisa aku temukan sang kekasih hati? dari sekian teman-teman seholah, teman-teman kuliah, teman-teman kerja, bahkan teman-teman say hai t...

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part Tambahan - Pasca Mengungkapkan Rasa

Ya seperti yang sudah aku katakan. Tidak akan ada yang berubah setelah aku ungkapkan rasa. Aku ya aku, kamu ya kamu, tidak lantas menjadi kita . Sampai detik ini aku rasa semua berjalan dengan normal. Hanya diawal saja aa yang tidak bisa disebutkan namanya terlihat agak bingung. Atau mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku tidak tahu.

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 10 Mengungkapkan Rasa (END)

Setelah aku tertangkap basah, pikiranku agak sedikit kalut, aku bahkan berpikir untuk mengakhiri saja perasan ini. " baiklah, akan aku anggap aku telah ditolak olehnya bahkan sebelum aku mengutarakan rasaku sebenarnya dan secara langsung. Biar apa? Biar aku tak berharap. Karena mengharap itu berat. Aku tak ingin menanggung berat dan perihnya perasaan", curhatku galau pada seorang sahabat.

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) Part 9 Tertangkap Basah

Aku masih dalam suasana baper tingkat dewa gara-gara kejadian kemarin Jumat aa yang tidak bisa disebutkan namanya bernyanyi. Ketika hari itu, aku diam-diam meminta tolong Bunga (anak PKL terdekatku) intuk merekam aa yang tidak bisa disebutkan namanya saat nyanyi. Sebenarnya hari itu aku hanya beralasan saja tidak bisa melihat langsung aa yang tidak bisa disebutkan namanya bernyanyi, karena sibuk dengan rekap data, aslinya mah gengsi. Hahaha. Aku tidak ingin sangat terlihat jelas Sedang Jatuh Cinta (lagi) sama aa yang tidak bisa disebutkan namanya. Aku sudah cerita kan di part sebelumnya ? Aa yang tidak bisa disebutkan namanya bertanya padaku, apakah aku dengar dia bernyanyi? Dan pertanyaan itu dia ulang 2X dan berhasil membuatku kegeeran. Hehehe. "Apakah lagu itu disampaikan untukku?", aku masih bertanya-tanya pada diri sendiri sampai detik ini. Aaahhhhh baper bapeeeeeer. Mungkin kalau kamu jadi aku pun begitu. Hehehe. Secara lagu itu mengatakan bahwa penyanyinya se...

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) Part 8 Nyanyian Cinta yang Baper

Aku pernah cerita kan ke kamu bahwa aa yang tidak bisa disebutkan namanya padai sekali bernyanyi? Aku ingat sekali, hari itu adalah hari Jumat. Minggu dimana diadakannya kegiatan Pembentukan Pasar Tertib Ukur. Hari Senin sampai Kamis aku disibukkan dengan kegiatan tersebut dan hari Jumatnya disibukkan dengan rekap data. Hari itu, pak Kadis sedang tidak ada ditempat. Sedang ada acara dengan kadis-kadis sekabupaten di luar kota, katanya . Karena itu, suasana kantor menjadi longgar. hehe. Saking longgarnya pak Sekdis dan rekan lainnya bernyanyi-nyanyi dengan diiringi organ. (Saking = karena sangat). Seperti sedang ada acara hajatan, entah hajatan nikahan atau sunatan. Jujur, itu agak sedikit menggangguku. Sangat berisik. Konsentrasiku agak buyar hingga akhirnya benar-benar buyar setelah aku mendengarkan sebuah lagu.

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) Part 7 Milkbath

Aku pernah mengikuti program WiraUsaha Baru atau WUB. Salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencetak wirausaha-wirausaha baru guna memperkecil angka pengangguran. Sejujurnya aku ikut program tersebut memang ingin belajar berbisnis, tapi bisnisnya sampai sekarang engga pernah jalan. hehehe. Produk yang aku pilih adalah Milkbath. Sesuai namanya, Milkbath adalah bolu yang mandi susu atau direndam susu.

Sedang Jatuh Cinta (Lagi) - Part 6 Kepergok

Terkadang aku dan aa yang tidak bisa disebutkan namanya makan siang bersama di jam istirahat kantor. Disuatu hari, aku ingat sekali, hari itu adalah hari Jumat jam sebelum Sholat Jumat. Aa yang tidak bisa disebutkan namanya chat kemudian mengajak makan dan aku tidak menolak. Toh ini aku anggap sebagai quality time kami berdua yang tidak boleh aku lewatkan. Hahaha. "makan yok", kata dia. "Yuk. Dimana?". "Yang deket aja. Di warung makan Barokah. Ketemu disana aja ya." "iya " , jawabku singkat. Warung makan Barokah merupakan salah satu tempat makan terdekat dengan kantor kami, dan salah satu tempat yang sering kami kunjungi untuk makan siang.