[Perjalanan Menuju Pelaminan] Bagian 1
Ketika itu usiaku hampir 24 tahun, dimana dalam budaya sekitarku usia tersebut sudah cukup matang untuk memulai biduk rumah tangga. Mamah pun pernah mengatakan, " pokoknya jangan lebih umur 25 tahun ya untuk menikah ". Rasa khawatir sangat jelas tersirat dari mimik wajahnya. Anak gadisnya, lulus kuliah sudah mendapatkan pekerjaan yang baik juga sudah. Tinggal menunggu apa lagi kan untuk menikah? Rasa khawatir itu sangat nyata baginya karena aku belum pernah membawa laki-laki kerumah. Jangankan membawa laki-laki untuk dikenalkan, laki-laki yang dekatpun nampaknya tidak ada. Sebenarnya rasa khawatir itupun menyelimuti diriku. Rasa khawatir itu menjelma, membesar membesar dan terus membesar tatkala satu persatu teman seperjuangan bersanding kepelaminan. Aku kapan ya? Kebingungan sekaligus hampir putus asa melandaku ketika itu, dimanakah bisa aku temukan sang kekasih hati? dari sekian teman-teman seholah, teman-teman kuliah, teman-teman kerja, bahkan teman-teman say hai t...